Author: rat.ph
• Sunday, November 07th, 2010

EPIDEMIOLOGI PEMBERANTAS

PENYAKIT MENULAR  dan NON MENULAR

KASUS :

Suatu penelitian ingin mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit thypoid pada anak-anak. Beberapa faktor yang diduga sebagai faktor risiko terjadinya penyakit thypoid adalah kebiasaan cuci tangan sebelum makan dan kebiasaan jajan di sekolah. Jelaskan bagaimana penelitian tersebut akan dilakukan dengan desain penelitian yang berbeda. (Case Control, Cohort, dan Cross Sectional).

ANALISIS KASUS   :

Case control

Case control dalam desain studi epidemiologi adalah studi analitik yang menganalisis hubungan kausal dengan menggunakan logika terbalik, yaitu menentukan penyakit (outcome) terlebih dahulu dan kemudian mengidentifikasi penyebab (faktor risiko). Studi case control biasanya dilakukan dengan memakai kelompok kontrol sehingga disebut sebagai studi kasus kontrol atau case control study dan bersifat retrospektif. Di dalam studi kasus kontrol ini dimulai dengan kasus atau sampel yang telah ada atau dengan kata lain sudah terjadi dan sudah tersedia) dimana digunakan sampel kelompok kontrol sebagai pembanding. Kelompok kontrol tersebut terdiri dari sekumpulan orang yang bukan kasus (bukan penderita penyakit yang bersangkutan) yang ciri-cirinya (dalam hal umur, jenis kelamin, ras, tingkat sosial, dll). Pada case control, dimulai dari pemaparan pada masa lampau untuk melacak riwayat pengalamannya.

Pada case control, penelitian dimulai dengan menentukan populasi. Populasi penelitian diambil dari sumber yang sama sehingga memiliki karakteristik yang sebanding kecuali status penyakitnya. Membagi sasaran penelitian menjadi 2 populasi yaitu populasi kasus dan populasi control (penyakit thypoid). Peneliti mengukur paparan (penyakit thypoid) yang dialami subjek pada waktu yang lalu (retrospektif) dengan cara wawancara, memeriksa catatan medic, dll.  Untuk Kasus thypoid sebagai disease(D) yang terjadi pada anak-anak maka populasi dengan kasus atau penyakit Thypoid memiliki paparan(E) kebiasaan jajan di sekolah dan tidak mencuci tangan, tidak jajan disekolah dan mencuci tangan. Sedangkan pada kelompok kontrol memiliki kebiasaan tidak jajan di sekolah dan sering cuci tangan untuk yang tidak terkena resiko penyakit thypoid.

(b) Cohort

Studi kohort adalah studi observasional yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit dengan memilih dua atau lebih kelompok studi berdasarkan status paparan kemudian diikuti (di follow up) hingga periode waktu tertentu sehingga dapat diidentifikasi dan dihitung besarnya kejadian penyakit. Apabila periode induksi yaitu kejadian penyakit dapat diamati dalam waktu yang panjang maka studi kohort rawan terhadap bias penarikan responden (banyak yang drop out dari observasi), perlu dana yang besar dan waktu yang panjang. Namun studi kohort mempunyai kekuatan dalam membuktikan inferensi kausa dibanding studi observasional lainnya, didapatkan angka incidence rate secara langsung, serta cocok untuk memeliti paparan yang langka.

Pada desain studi cohort, penelitian memiliki hubungan antara paparan (jajan di sekolah dan kebiasaan cuci tangan) dan penyakit (thypoid), dengan memilih 2 (atau lebih) kelompok-kelompok studi berdasarkan perbedaan status paparan, kemudian mengikuti sepanjang suatu periode waktu untuk melihat berapa banyak subjek dalam masing-masing kelompok mengalami penyakit.

c)      Cross sectional

Cross sectional adalah studi epidemiologi yang mempelajari prevalensi, distribusi, dan hubungan penyakit dan paparan dengan mengamati status paparan, penyakit atau outcome lain secara serentak pada individu-individu dari suatu populasi pada satu saat. Studi cross sectional tidak mengenal adanya dimensi waktu sehingga mempunyai kelemahan dalam menjamin bahwa paparan mendahului efek (disease). Dalam studi ini memiliki kekuatan dalam teknisnya, yaitu mudah dilakukan, dan murah, tidak memerlukan waktu follow up. Studi ini dimanfaatkan untuk merumuskan hipotesis hubungan kausal yang akan diuji dalam studi analitik lainnya. Studi ini mengamati paparan dan penyakit pada waktu kurang lebih bersamaan (non-directional). Di dalam penelitian dengan desain studi Cross sectional untuk mengetahui faktor yang diduga sebagai faktor risiko terjadinya penyakit Thypoid pada anak-anak dapat dilakukan dengan menentukan sampel yang dilakukan dengan pencuplikan random (random sampling) agar deskripsi dalam sampel mewakili (representatif) populasi sasaran.

Pada populasi dilakukan pencuplikan (random), lalu dikelompokkan: kelompok terpapar dan berpenyakit Thypoid (E+ D+), terpapar dan tidak berpenyakit Thypoid (E+ D-), tak terpapar dan berpenyakit Thypoid (E- D+), tak terpapar dan tak berpenyakit Thypoid (E- D-).

Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

Comments links could be nofollow free.

Improve the web with Nofollow Reciprocity.